Trik Agar Tidak Tertipu Pengembang “Nakal” saat Beli Rumah Inden | Metaproperty.co.id

Trik Agar Tidak Tertipu Pengembang “Nakal” saat Beli Rumah Inden

414
Trik Agar Tidak Tertipu Pengembang “Nakal” saat Beli Rumah Inden

Trik Agar Tidak Tertipu Pengembang “Nakal” saat Beli Rumah Inden Rumah inden adalah rumah yang akan dibangun setelah ada pembelinya yang dikerjakan oleh kontraktor melalui perintah dari pengembang (developer). Bagi sebagian orang membeli rumah yang dibangun developer merupakan langkah yang praktis karena tinggal terima jadi. Terlebih jika pengembangnya cermat memilih lokasi dan menawarkan desain bangunan yang tampak estetik.

Namun, tak sedikit kejadian dimana pembeli rumah dengan cara inden merasa dirugikan oleh pihak pengembang. Meski ada banyak pengembang yang terpercaya, tidak sedikit juga yang melakukan kecurangan dan ingin untung sendiri. Ada banyak hal dan resiko yang membuat kita harus waspada dan benar-benar teliti sebelum memutuskan membeli rumah inden. Dibawah ini , kami akan memberikan beberapa trik agar tidak tertipu pengembang “nakal” saat akan beli rumah inden.

  1. Jangan Salah Pilih Pengembang

Faktor pengembang sangat penting. Sebab dengan perusahaan inilah Anda akan melakukan hubungan hukum, Carilah developer yang juga telah bekerjasama dengan bank. Karena sebelum bekerjasama dengan pihak developer, bank biasanya telah mengevaluasi developer, termasuk mengecek status tanah, peruntukan lahan, sertifikat yang dimiliki developer, dan aspek lain seperti fasilitas umum, sosial, dan kondisi lingkungan.

  1. Cek Legalitas Bangunan

Jika legalitas lokasi perumahan yang akan dibeli masih berupa izin lokasi, sangat tinggi risikonya. Untuk itu, tanyakan dulu copy induk sertifikatnya. Developer yang baik tidak akan segan-segan menunjukkannya.

Pekerjaan terbesar dan terberat pengembang justru pada tahap pembebasan tanah. Jika tahap ini gagal diselesaikan pengembang, proyek itu bisa gagal dan uang muka yang terlanjur disetorkan konsumen bisa bermasalah.

  1. Pilih tawaran proses pembayaran yang mudah

Proses pembelian rumah, baik inden maupun yang ready stock sejatinya sangat mudah. Khusus untuk yang kredit, maka sudah pasti ada DP dan kadang-kadang ditambah dengan biaya booking. Jika ada yang meminta syarat terlalu banyak dan enggak masuk akal, tinggalkan saja.

  1. Jangan Malas untuk Survey Lokasi

Meskipun rumah inden belum sepenuhnya jadi, alangkah baiknya jika kita datang ke lokasi.  Minimal, rumah yang hendak dibeli itu jauh dari kata rawan bencana seperti gempa, banjir, dan sebagainya. Selain itu, potensi dari tempat yang ingin ditinggali juga patut diperhatikan, misalnya dilihat dari perkembangan infrastruktur seperti transportasi atau akses tol.

Untuk menghindari adanya kemungkinan – kemungkinan akan tertipu, ada baiknya jika kita menggunakan jasa broker properti yang professional. Karena Anda akan membeli sebuah rumah, bukan sekedar membeli makanan yang harganya murah, jadi sudah pasti Anda harus sangat berhati – hati dan berkonsultasi pada broker properti yang tepat.