Ternyata Iuran PBB Bisa Diajukan Untuk Diringankan!

104
Ternyata iuran PBB bisa diajukan untuk diringankan

Ternyata Iuran PBB Bisa Diajukan Untuk Diringankan! - Jika anda pemilik properti seperti rumah, ruko, ataupun apartemen, pastinya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya SPPT PBB (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan). Ya, sudah menjadi kewajiban bagi setiap pemilik properti untuk membayar PBB setiap tahunnya.

Besaran tarif pajak yang dikenakan pada objek pajak adalah 0,5%, sesuai dengan yang tertera dalam Pasal 55 UU No.12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994. Dasar Pengenaan PBB adalah NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) sesuai yang tertera dalam Pasal 6 UU No.12 Tahun 1985 jo. UU No.12 Tahun 1994 jo. Pasal 2 (3) KMK-523/KMK.04/1998 yang mengatur mengenai dasar pengenaan PBB.

Nah, terdapat satu hal yang banyak orang tidak ketahui. Menurut ketentuan dari Dirjen Pajak Kementerian Keuangan, ternyata iuran PBB bisa diajukan untuk diringankan loh. Terutama bagi wajib pajak pribadi yang memiliki penghasilan rendah dan yang nilai jual Objek Pajak-nya meningkat karena perubahan lingkungan akibat pembangunan.

Baca Juga : Biaya Lain Yang Harus Disiapkan Ketika Beli Rumah Baru

Ternyata Iuran PBB Bisa Diajukan Untuk Diringankan!

Pengajuan keringanan iuran PBB sendiri bisa diajukan dengan cara berikut:

Permohonan diajukan secara tertulis kepada Kepala Kantor Pelayanan Pajak yang menerbitkan SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang) atau SKP (Surat Ketetapan Pajak) di daerah anda.

Isi surat permohonan diharuskan menggunakan Bahasa Indonesia dan menyertakan presentase pengurangan yang ingin dimohonkan

Melampirkan dokumen yang dibutuhkan seperti fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi rekening tagihan listrik, air, atau telepon, fotokopi bukti pelunasan PBB sebelumnya, serta surat pernyataan dari Wajib Pajak.

Baca Juga : Lebih Baik Beli Rumah dengan DP Besar atau DP Kecil ?

Permohonan pengurangan iuran PBB dapat diajukan maksimal 3 bulan sejak SPPT atau SKP diterima oleh Wajib Pajak atau sejak terjadi bencana alam atau hal lain yang luar biasa.

Pengurangan diajukan sebelum SPPT diterbitkan paling lambat tanggal 10 Januari bagi tahun pajak yang bersangkutan.

Besaran pengurangan yang bisa didapatkan dari pengajuan diatas bisa mencapai 75% dari PBB yang terutang. Bahkan bagi orang pribadi yang memiliki penghasilan rendah, keringanan yang bisa didapatkan mencapai 100% dari PBB yang terutang. Bagaimana? Lumayan bukan? Itulah cara pengajuan keringanan iuran PBB. Semoga bermanfaat!