Inilah Sanksi Apabila Renovasi Rumah Tanpa Memiliki IMB

35
Inilah Sanksi Apabila Renovasi Rumah Tanpa Memiliki IMB

Inilah Sanksi Apabila Renovasi Rumah Tanpa Memiliki IMB - Seperti yang kita tahu, untuk mendirikan rumah tentu dibutuhkan IMB (Izin Mendirikan Bangunan). Namun ternyata tak hanya mendirikan rumah saja loh, bagi kamu yang hendak merenovasi rumah juga harus memiliki IMB. Hal ini diatur dalam Pasal 1 ayat (5) Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 32 Tahun 2010 tentang Pedoman Pemberian Izin Mendirikan Bangunan.

Jadi apakah setiap kali renovasi rumah harus memiliki IMB? Jawabannya tergantung. Contohnya di wilayah Jakarta, bagi renovasi kecil tidak memerlukan IMB sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) KepGub DKI No. 76/2000.

Nah, yang termasuk dalam kategori renovasi kecil adalah renovasi yang kurang dari 12 meter persegi. Kondisi lain yang juga memungkinkan renovasi rumah tanpa IMB adalah:

  • Renovasi yang merupakan pemeliharaan dan perawatan bangunan yang bersifat biasa
  • Mendirikan bangunan di halaman belakang dengan luas tidak lebih dari 12 meter persegi
  • Membangun ruangan di bawah tanah

Sedangkan renovasi rumah yang memerlukan IMB adalah:

  • Renovasi penambahan jumlah kamar tidur
  • Bongkar dinding untuk perluas ruangan
  • Membangun bangunan baru baik di atas maupun disamping
  • Mengganti fasad rumah

Baca Juga : 4 Tips Agar Pengajuan KPR Diterima Bank Tanpa Halangan

Inilah Sanksi Apabila Renovasi Rumah Tanpa Memiliki IMB

Sayangnya IMB kerap kali dianggap sepele bagi sebagian orang. Padahal jika merenovasi rumah tanpa memiliki IMB, ada sanksi yang bisa dikenakan dan cukup memberatkan loh. Bagi pemilik rumah yang merenovasi rumah tanpa memiliki IMB dapat dikenakan sanksi administratif ataupun sanksi penghentia sementara sampai diperoleh IMB. Aturan ini diatur dalam Pasal 115 ayat (1) PP 36/2005.

Bahkan menurut Pasal 115 ayat (2) PP 36/2005, pemilik rumah yang merenovasi rumah tanpa IMB dapat dikenai sanksi pembongkaran. Tak hanya itu saja, pemilik rumah juga bisa dikenakan sanksi denda maksimal 10% dari nilai bangunan yang sedang atau tengah dibangun yang diatur dalam Pasal 45 ayat (2) UUBG.

Nah, untuk mengurus IMB sendiri cukup mudah. Namun masing-masing kota atau kabupaten memiliki persyaratan dan aturan yang berbeda-beda. Kamu bisa mengajukan pembuatan IMB baik itu melalui online maupun offline.

Baca Juga : Berikut Kelebihan Utama KPR Syariah!

Untuk mengurus IMB secara online, kamu dapat mengakses www.dppb.go.id. Untuk biayanya sendiri berbeda-beda tergantung spesifikasi dari rumah yang dibangun.

Itulah sanksi apabila renovasi rumah tanpa memiliki IMB. Semoga bermanfaat!