Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Sertifikat Properti

20
Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Sertifikat Properti

Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Sertifikat Properti - Jika hendak membeli suatu properti, maka kelengkapan dokumen merupakan syarat paling mutlak , terlebih sertifikat properti sebab urusan mengenai legalitas adalah urusan vital dalam dunia properti. Jika sertifikat properti tidak jelas , maka akan bermasalah jugalah properti kita. Salah satu kelengkapan dokumen untuk properti adalah sertifikat properti. Sertifikat properti pun ada beberapa jenis, dibawah ini ada penjelasan tentang sertifikat properti dan juga kelebihan serta kekurangannya.

Kelebihan dan Kekurangan 4 Jenis Sertifikat Properti

1. Sertifikat Hak Milik (SHM)

Sertifikat Hak Milik (SHM) adalah jenis sertifikat yang memiliki legalitas yang paling kuat karena pihak lain tidak akan campur tangan atas kepemilikan properti tersebut. SHM hanya diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Jika melihat karakteristiknya, tanah dengan sertifikat SHM adalah tanah dengan nilai yang paling tinggi (mahal). Jadi jika Anda berinvestasi properti, tanah atau lahan dengan SHM tentu memiliki nilai yang bagus.

Kelebihan Properti Bersertifikat SHM :

  • Sertifikat Hak Milik menempati kasta tertinggi dan memiliki manfaat paling besar bagi pemiliknya daripada sertifikat lainnya
  • Hak milik atas tanah dapat berlangsung terus selama pemiliknya masih hidup.
  • Harga jual properti lebih tinggi karena banyak peminat yang ingin membelinya

Kekurangan Properti Bersertifikat SHM :

  • Harga belinya lebih mahal daripada SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)
  • Tidak bisa dimiliki oleh WNA (Warga Negara Asing)
  • Agak lebih sulit mendapatkannya karena para pemilik properti bersertifikat SHM biasanya enggan untuk menjual propertinya kecuali terpaksa

2. Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)

Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB)merupakan hak atas seseorang untuk mendirikan dan mempunyai bangunan-bangunan diatas tanah  yang bukan miliknya sendiri.

Tanah tersebut dapat berupa tanah yang dimiliki oleh pemerintah ataupun tanah yang dimiliki perseorangan atau badan hukum. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) ini berlaku hingga 30 tahun dan dapat diperpanjang hingga batas waktu 20 tahun.

Kelebihan Properti Bersertifikat SHGB :

  • Properti dengan status SHGB biasanya dijadikan pilihan untuk mereka yang berminat memiliki properti tetapi tidak bermaksud untuk menempati dalam waktu lama.
  • Bisa diberikan kepada WNA (Warga Negara Asing)
  • Tidak Membutuhkan Dana Besar

Kekurangan Properti Bersertifikat SHGB :

  • Harus diperpanjang setelah masa berlakunya habis
  • Jangka waktu penggunaan properti HGB yang terbatas, membuat pemilik properti tidak bisa bebas dalam melakukan perubahan – perubahan terhadap bangunan yang berdiri.

3. Girik

Girik adalah jenis administrasi desa untuk pertanahan yang menunjukkan penguasaan atas lahan untuk keperluan perpajakan. Di dalam girik tertera nomor, luas tanah, dan pemilik hak karena jual-beli maupun waris.

Girik harus ditunjang dengan bukti lain misalnya Akta Jual Beli atau Surat Waris. Jika yang Anda pegang adalah girik, maka sangat disarankan untuk segera mengurus sertifikat untuk lahan Anda.

Kelebihan Properti Girik :

  • Umumnya penjual bersedia negosiasi harga dan cara bayar.
  • Biasanya, rumah yang hanya memiliki girik nilainya lebih rendah sehingga bagi pembeli, tentu akan lebih untung karena harganya lebih murah.
  • Persaingan antar developer untuk mengakuisisi lahan tersebut relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan tanah yang sudah bersertifikat.

Kekurangan Properti Girik :

Anda harus mau repot mengurus legalitas yang lebih sah di mata hukum untuk rumah.

4. Akta Jual Beli (AJB)

AJB  merupakan salah satu bukti pengalihan hak atas tanah sebagai akibat dari jual-beli, dan sebenarnya juga bukan merupakan sertifikat. AJB dapat terjadi dalam berbagai bentuk kepemilikan tanah, baik Hak Milik, Hak Guna Bangunan, maupun Girik. Bukti kepemilikan berupa AJB biasanya sangat rentan terjadinya penipuan AJB ganda, jadi sebaiknya segera dikonversi menjadi Sertifikat Hak Milik.

Kelebihan Properti AJB :

  • AJB bersifat sah karena dibuat di hadapan PPAT dan tidak ada istilah ‘di bawah tangan’

Kekurangan Properti AJB :

  • Kedudukannya masih belum begitu kuat sehingga sama seperti girik, Anda harus mau mengurus ke BPN untuk langkah selanjutnya.