Hal Yang Harus Anda Lakukan Jika Developer Ingkar Janji

329
Hal yang harus anda lakukan jika developer ingkar janji

Hal Yang Harus Anda Lakukan Jika Developer Ingkar Janji - Rasa senang karena akhirnya bisa memiliki rumah baru sendiri tentu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Namun semua itu bisa buyar apabila rumah baru yang dibeli tidak sesuai dengan perjanjian awal dengan developer.

Seperti janji-janji manis yang dijanjikan oleh developer namun tidak terealisasikan. Contohnya, jika developer menjanjikan akan ada fasilitas umum seperti taman bermain, kebun atau kolam renang di klaster perumahan tersebut namun setelah rumah siap ditinggali, fasilitas tersebut tetap tidak kunjung ada.

Atau bahkan hasil desain rumah dan spesifikasi rumah yang berbeda dengan yang dijanjikan diawal. Tentu sangat merugikan anda bukan? Jika ini terjadi, apa yang bisa anda lakukan? Penasaran? Yuk simak dibawah ini!

Baca Juga : Perhatikan Hal Berikut Sebelum Membeli Properti Syariah

Inilah hal yang harus anda lakukan jika developer ingkar janji

Apabila developer ingkar janji tentang fasilitas

Jika pihak developer mengingkar janji perihal fasilitas perumahan yand dijanjikan di awal, pihak penghuni dapat mengajukan gugatan class action. Menurut UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, gugatan ini bisa dilakukan secara individu.

Pada dasarnya, para penghuni di sebuah kompleks perumahan termasuk sebagai konsumen atau pengguna akhir dari suatu produk. Oleh karena itu, pihak penghuni terlindungi oleh UU Perlindungan Konsumen.

Banyak hal yang bisa anda gugat ke pihak pengembang seperti fasilitas yang tidak sesuai dengan yang di brosur, sertifikat rumah yang tak kunjung diberikan meskipun cicilan telah lunas, hingga tidak adanya fasilitas umum dan fasilitas sosial sesuai dengan aturan.

Bagi pihak developer yang melanggar, dapat dikenakan ancaman denda hingga Rp 2 miliar atau penjara selama 5 tahun. Oleh karena itu, telitilah sebelum memilih rumah yang ideal bagi anda dan keluarga. Perumahan yang memiliki fasilitas lengkap tentu akan berdampak baik pada kehidupan keluarga anda.

Baca Juga : Tanggal 31 Agustus Batas Akhir Pembayaran PBB, JANGAN LUPA!

Apabila hasil atau spesifikasi rumah tidak sesuai dengan perjanjian awal

Hal lain yang kerap dialami penghuni rumah baru adalah kondisi atau spesifikasi rumah yang tidak sesuai dengan konsep awal. Bahkan tak jarang isi dari PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) lebih menguntungkan pihak developer.

Contoh paling nyata adalah apabila pembeli terlambat membayar uang cicilan, maka akan dikenakan denda. Sebaliknya, apabila pihak developer terlambat menyerahkan kunci rumah, maka pihak pembeli tidak mendapatkan apa-apa melainkan beribu alasan.

Umumnya PPJB hanya melampirkan denah rumah, tampak muka dan spesifikasi umum dari rumah yang dibeli. Poin yang paling harus dicermati adalah yang ketiga, spesifikasi rumah. Biasanya pihak developer hanya menjelaskan spesifikasi umumnya saja, tidak secara mendetail.

Bahkan hal yang penting seperti berapa ukuran diameter besi tulangan beton yang dipakai untuk struktur konstruksi rumah juga tidak disebutkan. Untuk apa rumah tampak cantik namun jika dalam 1-2 tahun dinding rumah retak akibat pergeseran tanah? Nah, bagi anda yang menghadapi masalah serupa, anda bisa memberikan somasi kepada pihak developer langsung. Kasus seperti ini bisa dikenakan denda atau wanprestasi menurut YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia). Jika masih berlanjut dan tidak menemukan titik terang, anda bisa melaporkannya ke Kementerian Perumahan  Rakyat sebagai regulator.

Itulah hal yang harus anda lakukan jika developer ingkar janji. Semoga bermanfaat!