BI Menaikkan Suku Bunga 2 Kali, Ini Dampaknya pada Sektor Properti

93
BI Menaikkan Suku Bunga 2 Kali, Ini Dampaknya pada Sektor Properti

BI Menaikkan Suku Bunga 2 Kali, Ini Dampaknya pada Sektor Properti - Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin atau 0.25% menjadi 4.75%. Ini merupakan kedua kalinya BI menaikkan suku bunganya dalam 1 bulan.

Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan kenaikkan ini akan merugikan pelaku usaha terutama bagian konstruksi. Apalagi kenaikan suku bunga tersebut sebanyak 2 kali dalam kurun waktu yang dekat yaitu satu bulan saja.

Ia mengatakan bahwa jika BI menaikkan suku bunga apalagi sebanyak dua kali, maka ada kemungkinan banyak pelaku usaha termasuk konstruksi bertumbangan. Hal ini terjadi karena tingginya angka kredit macet yang terjadi karena kenaikkan suku bunga BI.

Maka dari itu, kenaikkan suku bunga ini memicu para pengembang untuk menaikkan harga properti. Apalagi kredit konstruksi yang naik karena mengikuti naiknya suku bunga. Soelaeman Soemawinata yang biasa di sapa Eman ini juga mengatakan Perbankan itu hanya tertuju pada konsumen. KPR Murah tapi disisi pengembang gak ada. Percuma saja bila KPR dikasih tapi harga tetap mahal karena pengembang tertimpa dengan kredit konstruksi.

Selama penurunan suku bunga, banyak perbankan yang tidak mengindahkan hal tersebut. Perbankan justru menahan bunga kredit di atas angka yang di tetapkan oleh BI. Namun, perbankan malah berlomba untuk menaikkan suku bunga ketika BI menaikan BI Rate. Tentu saja hal ini tidak fair bagi para pelaku industri dan menyebut perbankan mencari keuntungan semata tanpa memperdulikan sektor lainnya.

Contohnya seperti bunga kredit konstruksi BI yang telah menetapkan aturan rate sebesar 4.5%. Tapi fakta di lapangan, masih banyak perbankan yang menetapkan bunganya di atas angka tersebut. Bahkan ada juga yang bunga kredit konstruksinya berada di angka double digit.

baca juga :