Begini Cara Mengurus Sertifikat Tanah Yang Rusak atau Hilang

40
Begini Cara Mengurus Sertifikat Tanah Yang Rusak atau Hilang

Begini Cara Mengurus Sertifikat Tanah Yang Rusak atau Hilang - Apakah kamu pernah kehilangan atau merusak sertifikat tanah? Pasti kamu akan merasa bingung dan cemas bukan? Wajar saja, setiap orang pasti akan merasakan hal yang sama jika kehilangan sertifikat tanah. Nah, daripada bingung dan terus berpikir negatif, sebenarnya ada loh cara untuk mengurus sertifikat yang rusak atau hilang.

Menurut Pasal 57 Peraturan Pemerintah No. 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, setiap pemegang hak atas tanah dapat mendapatkan sertifikat tanah yang baru sebagai pengganti sertifikat yang rusak atau hilang.

Baca Juga : Berikut Alasan Mengapa Orang Indonesia Gemar Beli Properti di Australia

Begini cara mengurus sertifikat tanah yang rusak atau hilang

Namun, pengajuan pembuatan sertifikat baru ini hanya bisa dilakukan oleh nama yang tercantum sebagai pemegang hak dalam buku tanah yang bersangkutan atau pihak lain yang berstatus penerima hak sesuai dengan akta PPAT.

Lantas bagaimana kalau pemegang hak atas tanah sudah wafat atau meninggal dunia? Nah, pengajuan tetap dapat dilakukan. Namun perlu menyertakan surat tanda bukti sebagai ahli waris berupa Akta Keterangan Hak Mewaris atau Surat Penetapan Ahli Waris atau Surat Keterangan Ahli Waris.

Selain itu, juga terdapat beberapa hal yang harus dilakukan seperti:

Pengajuan penggantian sertifikat tanah yang hilang atau rusak harus disertai juga dengan pernyataan di bawah sumpah dari yang bersangkutan di hadapan Kepala Kantor Pertanahan.

Sehari sebelum sertifikat pengganti diterbitkan, akan dilakukan pengumuman 1 kali pada surat kabar harian setempat dengan biaya dari pemohon.

Jika terdapat pihak yang keberatan, dapat mengajukan keberatan dalam jangka waktu 30 hari sejak pengumuman.

Baca Juga : 5 Tanaman Yang Baik Ditanam di Rumah Menurut Feng Shui

Syarat-syarat untuk mengurus sertifikat tanah yang rusak atau hilang:

  • Formulir pengajuan yang telah diisi dan ditandatangani oleh pemohon di atas materai
  • Surat kuasa jika permohonan dikuasakan
  • Fotocopy KTP dan KK pemohon atau kuasa jika dikuasakan
  • Fotocopy sertifikat tanah (jika ada)
  • Surat pernyataan dibawah sumpah oleh pemegang hak yang telah menghilangkan
  • Surat tanda pelaporan kehilangan sertifikat dari kepolisian setempat

Waktu pembuatan sertifikat tanah pengganti adalah 40 hari . Sedangkan untuk biaya yang dibutuhkan untuk mendaftar layanan tersebut adalah Rp 50.000, dan tidak terdapat simulasi biaya bagi yang ingin mengurus sertifikat yang hilang.

Itulah cara mengurus sertifikat tanah yang rusak atau hilang. Semoga bermanfaat!