Ini Dia Daftar Biaya yang Harus disiapkan dalam Proses Jual Beli Rumah | Metaproperty.co.id

Ini Dia Daftar Biaya yang Harus disiapkan dalam Proses Jual Beli Rumah

124
Ini Dia Daftar Biaya yang Harus disiapkan dalam Proses Jual Beli Rumah

Ini Dia Daftar Biaya yang Harus disiapkan dalam Proses Jual Beli Rumah - Ada sangat banyak hal yang harus diurus dalam proses jual beli rumah. Mulai dari dokumen - dokumen, negosiasi, dan hal - hal lainnya yang akan mengeluarkan biaya ekstra. Biaya - biaya ekstra apa saja yang wajib disiapkan saat hendak membeli ataupun menjual rumah ? Dibawah kami telah merangkum daftar biaya yang harus disiapkan dalam proses jual beli rumah. 

1.  Biaya PPh (Pajak Penghasilan)

Pajak penghasilan ini lebih kepada pajak yang dibebankan untuk penjual rumah. Biasanya pajak yang dibebankan sebesar 2,5% - 5% dari harga jual rumah. Pajak ini akan dianggap selesai dibayar jika sudah dilakukan pemotongan, pemungutan atau penyetoran sendiri oleh wajib pajak, dalam hal ini adalah si penjual rumah.

2. Biaya PPn (Pajak Pertambahan Nilai )

Pajak Pertambahan Nilai dibebankan kepada pembeli untuk properti primary (rumah baru) senilai 10% dari harga rumah. Properti yang kena PPN nilainya di atas Rp 36 juta. PPN hanya dikenakan satu kali saat membeli properti, baik dari developer maupun perorangan. Disamping itu pajak ini juga dikenakan terhadap pembangunan rumah yang dilakukan secara sendiri oleh orang pribadi atau badan. Biasanya pembayaran dilakukan setelah transaksi selesai dan dilakukan setiap tanggal 15 wajib lapor pada kantor pajak setempat paling lambat setiap tanggal 20.
 

3. Biaya AJB

Sebelum mengurus AJB (Akta Jual Beli), ada beberapa prosedur yang harus dipenuhi. Seperti pemeriksaan sertifikat, pembayaran PBB, melunasi PPh, BPHTB dan syarat lainnya dengan besaran yang juga tak bisa ditentukan. Biasanya adalah 0,5%-1% dari harga jual. Biaya AJB ditanggung oleh pembeli, tapi bisa juga melalui kesepakatan antar penjual dan pembeli supaya biaya tersebut ditanggung bersama. Hal yang perlu diketahui tentang AJB adalah menurut PP No.37 tahun 1998 pasal 2 ayat 1, AJB dibuat oleh PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah), bukan notaris ataupun BPN.
 

4. BBN (Biaya Balik Nama)

BBN (Biaya Balik Nama) diurus oleh PPAT setempat bersamaan dengan AJB. Proses balik nama baru bisa dikeluarkan jika masing-masing dari pembeli dan penjual telah melunasi PPh, BPHTB, PBB, serta syarat lainnya. Umumnya, balik nama paling cepat 2 minggu dan paling lama 3 bulan karena kantor PPAT mengurus balik nama sertifikat ke kantor BPN secara kolektif. Besar biayanya adalah (1/1000 x NJOP) + Rp 50.000. Besar NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) berbeda-beda tergantung dari lokasi rumah tersebut. Besarnya BBN di setiap daerah berbeda-beda, namun rata-rata sekitar 2 % dari nilai transaksi.

5. Biaya Cek Sertifikat


Pengecekan sertifikat wajib dilakukan sebelum proses jual beli dilakukan untuk mengetahui bahwa properti Anda tidak berada di atas lahan sengketa. Dilakukan di kantor BPN, sarat pengajuannya adalah sertifikat asli dan kondisi rumah yang dibeli tidak dalam sengketa (catatan blokir, sita dari bank, sertifikat ganda, dan sebagainya) . Biaya pengecekannya sendiri pun akan berbeda-beda, tergantung wilayahnya. Pada umumnya, biaya yang harus dikeluarkan sekitar Rp50.000 sampai Rp300.000. Pembayarannya ditanggung oleh sang pembeli rumah, namun hal ini juga tergantung kesepakatan di awal.

6. Biaya BPHTB ( Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan )

Biaya BPHTB adalah pajak jual–beli yang dibebankan kepada pembeli. Pajak ini perlu dibayarkan ketika peralihan hak atau penandatangan akta jual beli di notaris/PPAT. Besaran BPHTB agak berbeda, yakni 5% dari harga beli dikurangi NJOPTKP/NPTKP (Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak). Besaran NJOPTKP berbeda–beda tergantung dari wilayahnya. 

7. Biaya Notaris

Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) atau yang dikenal sebagai notaris, memiliki peran penting dalam transaksi jual beli properti. Hal ini disebabkan notaris adalah satu-satunya pihak yang berwenang menentukan keabsahan dari proses jual beli.
Notaris biasanya melakukan jasa untuk mengurus sertifikat - sertifikat dalam jual beli properti, di antaranya adalah pengecekan sertifikat, Akta Jual Beli atau AJB, biaya balik nama, Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNPB, Pajak Penghasilan atau PPh, Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan atau BPHTB, serta biaya jasa notaris itu sendiri.

Itu dia beberapa jenis biaya yang harus dipersiapkan dalam proses jual beli rumah. Semoga dapat bermanfaat buat teman - teman semua !