5 Jenis Sertifikat Properti yang Perlu Anda Ketahui - Meta Blog | Metaproperty.co.id

5 Jenis Sertifikat Properti yang Perlu Anda Ketahui

378
jenis sertifikat properti yang perlu Anda Ketahui

5 Jenis Sertifikat Properti yang Perlu Anda Ketahui - Jika anda memiliki sebuah properti, anda harus memiliki kelengkapan dokumen yang merupakan satu hal yang sangat penting, dan yang penting ya itu sertifikat. Jika anda sudah memiliki, apakah ada jenisnya? Jika tidak ada, silakan simak dibawah ini. Jenis jenis properti yang memiliki sertifikat berdasarkan undang undang No 5.

Jenis Jenis Sertifikat Properti

SHM (Sah Hak Milik)

SHM merupakan jenis sertifikat yang memiliki kepemilikian atau hak penuh atas tanah dan lahan oleh pemegang sertifikat tersebut. SHM juga memiliki bukti yang sangat kuat atas tanah atau lahan yang bersangkutan karena tidak ada campur tangan atau kepemilikan oleh pihak lain.

Hak milik merupakan hak sifat turun menurun, terpenuh dan terkuat yang dimiliki orang atas tanah yang masih memiliki fungsi social. Hak milik dapat dijual belikan atau jaminan yang dapat dilakukan dengan baik, maka kamu sebagai pemilik harus ada bukti yang berupa SHM.

Status hak milik tidak terbatas waktunya jika anda memiliki SHGB yang akan dibahas diberikutnya. Melalui SHM, pemilik memiliki bukti yang sangat kuat dan sah kepemilikannya. Apabila terjadi sesuatu, maka nama tersebut yang sudah dicantum SHM merupakan hak milik dasar hukum. SHM menjadi alat untuk transaksi jual beli maupun pinjaman kredit. SHM hanya untuk WNI.

Hak milik memiliki lahan atas bangunan yang ada bukti SHM masih dapat dicabut atau hilang karena tanahnya tidak dimasukkan untuk kepentingan negara, penyerahan yang suka rela merupakan suatu kepemilikan negara, atau ditelantarkan karena bukan dimiliki oleh WNI.

SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan)

SHGB dapat dikatakan jenis sertifikat yang dapat dibilang sebagai pemegang yang memanfaatkan lahan untuk mendirikan bangunan dalam waktu tertentu, sementara lahannya dipegang oleh negara. SHGB memiliki waktu tertentu, bisa sampai 20-30 tahun, dan dapat diperpanjang. Setelah melewati batas nya, anda harus mengurus perpanjangan SHGB tersebut.

Hak guna bisa diartikan untuk hak sebagai manfaat atas bangunan atau tanah untuk mendirikan bangunan diatas lahan yang bisa dikatakan bukan miliknya dalam jangka waktu tertentu. Tetapi dapat digunakan sebagai tanggungan yang diahlihkan. Hak guna harus beri pemasukan ke kas yang berkaitan. Hak guna juga bisa diadministrasikan dengan baik untuk medapat hak kepemilikannya.

Lahan yang sudah wajib memiliki status SHGB diperbolehkan untuk dimiliki oleh orang asing atau yang bukan warga negara Indonesia. Lahan yang bersifat SHGB biasanya dapat dikelola oleh pengembang seperti apartemen, rumah, dll. Jika kamu beli rumah, anda perlu periksa dulu status sertifikatnya, jika SHGB maka kamu tidak ada kuasa atas tanah tersebut dan tidak bisa diwariskan untuk keturunan anda. SHGB bisa dijadikan agunan untuk memberi pengajuan kepada pinjaman bank.

Status Girik

Girik bisa dikatakan sertifikat yang memiliki kepemilikan tanah untuk jenis administrasi desa yang menunjukkan kekuasaan atas lahan yang memerlukan perpajakan. Dalam girik tertera luas lahan, nomor, dan pemilik hak maupun waris. Girik dapat ditunjang dengan bukti lain misalnya jual beli atau surat waris.

SHSRS(Sertifikat Hak Satuan Rumah Susun)

SHSRS dapat dimiliki kepemilikannya seorang atau rumah vertikal yang dibangun diatas lahan dengan kepemilikan bersama. pemilikan bersama dalam rumah susun dapat diberi kedudukan dasar yang memberi objek seperti lahan parkir dan taman.

AJB (Akta Jual Beli)

AJB merupakan sertifikat perjanjian jual beli yang memiliki salah satu bukti hak atas tanah dari jual beli. AJB dapat dikatakan sebagai bentuk kepemilikan tanah, hak milik maupun girik. AJB sangat retan terjadi penipuan AJB ganda.