3 Jenis surat tanah yang harus kamu ketahui | Metaproperty.co.id

Ini nih 3 Jenis Surat Tanah Yang Harus Kamu Ketahui!

359
3 Jenis surat tanah yang harus kamu ketahui

Ini nih 3 Jenis Surat Tanah Yang Harus Kamu Ketahui! - Mungkin anda lebih sering mendengarkan istilah sertifikat tanah dibandingkan dengan surat tanah. Memang sertifikat tanah lebih sering disebut, namun surat tanah juga tidak kalah penting loh. Keduanya memang sama-sama memiliki fungsi sebagai bukti atas kepemilikan tanah.

Surat tanah sendiri banyak jenisnya. Terdapat 3 jenis surat tanah yang berlaku di Indonesia. Penasaran apa saja dan ingin tahu lebih detail pengertiannya? Yuk simak dibawah ini.

Baca Juga : KPR Tanpa Dp, Penjualan Properti Bisa Naik Hingga 10%

Berikut 3 jenis surat tanah yang harus kamu ketahui!

Petok D

Menurut Pasal 11 diktun ke 2 UUPA, Petok D adalah syarat pengkonversian tanah milik adat yaitu hak yang memberikan wewenang, dan mirip dengan hak Arganisme gendom, hak atas desa, pesini, grant, sultan dan lainnya yang dikonversi menjadi tanah hak milik.

Girik

Sebenarnya Girik tidak termasuk sebagai sebuah surat tanah. Girik sendiri hanyalah sebuah tanda kepemilikan tanah berdasarkan hukum adat. Tanah dengan surat tahan Girik sangat rentan akan sengketa karena tidak tercatat di kantor pertanahan.

Nah, jika tanah yang anda miliki statusnya masih berupa Girik, sebaiknya segera ubah menjadi Sertifikat Hak Milik (SHM) agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca Juga : WNA Bisa Beli Rumah di Indonesia? Begini Syaratnya!

Surat Hijau

Surat Hijau (Surat Ijin Pemakaian Tanah) atau yang lebih sering disebut dengan surat ijo ini sebenarnya hanya ada dan berlaku di kota Surabaya saja. Surat ini sendiri diterbitkan oleh pemerintah kota setempat atas pemakaian tanah aset Pemerintah.

Tanah dengan surat ijo berasal dari :

  • Tanah peninggalan kolonial Belanda dan tanah yang diberikan Pemerintah Indonesia dengan Hak Pengelolaan.
  • Tanah yang pengadaannya dilakukan oleh pemerintah kota Surabaya sendiri dengan jalan pembebasan tanah (P2TUN) maupun tukar-menukar (Ruislag).

Itulah 3 jenis surat tanah yang harus kamu ketahui! Semoga bermanfaat!