Berikut 2 Cara Salah Dalam Membayar DP Rumah | Metaproperty.co.id

Berikut 2 Cara Salah Dalam Membayar DP Rumah

246
Berikut 2 Cara Salah Dalam Membayar DP Rumah

Berikut 2 Cara Salah Dalam Membayar DP Rumah - Tinggal di rumah sendiri sangat dianjurkan terutama bagi pasangan yang baru menempuh hidup baru. Namun jika kondisi keuangan belum memungkinkan, sebaiknya jangan dipaksakan terlebih dahulu. Bukan berarti jika teman atau kerabat lain sudah memiliki rumah sendiri, anda juga langsung menghalalkan segala cara guna memiliki rumah sendiri.

Perlu diingat, memiliki rumah sendiri bukanlah ajang untuk saling pamer, melainkan bahwa anda mampu mengatur keuangan anda dengan baik. Nah, untuk membeli rumah sendiri terdapat 3 cara pembayaran, yakni tunai keras, cicilan bertahap, dan KPR yang paling disukai oleh masyarakat kebanyakan.

Mengapa KPR lebih diminati? Hal ini dikarenakan pihak bank hanya mewajibkan anda untuk membayar uang muka sebesar 10-15% dari harga rumah yang akan dibeli. Kemudian sisanya dapat dicicil sesuai dengan masa tenor yang diinginkan atau ditetapkan.

Sayangnya, mengumpulkan DP rumah sendiri terbilang mudah-mudah susah. Banyak pertimbangan yang harus anda perhatikan dahulu sebelum memutuskan untuk DP rumah. Bahkan tak sedikit orang yang memilih cara yang salah demi DP rumah. Nah, penasara apa saja sih cara salah dalam membayar DP rumah? Simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga : Desain Bak Mandi Unik dan Atraktif Mirip Hammock

Berikut 2 cara salah dalam membayar DP rumah

Dana segar pinjaman dari kartu kredit

Tak jarang memang pihak bank kartu kredit menelepon para nasabahnya dan menawari dana tunai untuk pinjaman. Bahkan nominal yang ditawarkan juga cukup besar. Nah, menurut beberapa pakar keuangan, hal ini termasuk sangat berbahaya dan beresiko tinggi.

Pasalnya, bunga dari dana pinjaman kartu kredit sangatlah besar. Biasanya besaran bunganya berada di angka 6%. Tak hanya itu, bahkan BI (Bank Indonesia) juga sudah mengeluarkan larangan keras transaksi dengan dana segar pinjaman dari kartu kredit. Bila nasabah tidak mampu membayar, lebih parahnya lagi tagihan tersebut akan terus berbunga dan anda akan terjebak dalam hutang tanpa akhir. Sangat beresiko bukan?

Baca Juga : Perbedaan Condotel dengan Apartemen, Untungan Mana Untuk Investasi?

KTA (kredit tanpa agunan)

Pengajuan KTA sendiri lebih mudah karena anda tidak perlu memberikan aset sebagai jaminan. Pihak bank hanya melihat riwayat kredit anda dalam mengambil keputusan pemberian kredit. Meski mudah, sebenarnya KTA memiliki resiko yang tak kalah berbahaya jika salah perhitungan. Bahkan BI dan OJK juga melarang masyarakat menempuh cara ini dalam membeli rumah atau sekedar DP rumah.

Anda memang bisa membayar DP rumah dengan KTA, namun cicilan yang harus anda bayar sangat berat karena KTA merupakan pinjaman jangka pendek dan memiliki bunga yang besar. Anda bahkan bisa kesulitan membayar cicilan dan akhirnya terbelit hutang karen harus membayar cicilan pinjaman KTA dan cicilan KPR setiap bulannya.

Itulah 2 cara salah dalam membayar DP rumah. Semoga bermanfaat!